3 Acuan Mengecek Kualitas Produk Konveksi Distro di Bandung

Cek Kualitas Konveksi Distro

Kualitas konveksi distro di Bandung bisa Anda ketahui secara mudah. Yakni dengan mengecek 3 acuan dasar. Produk konveksi distro sekarang ini memang tengah naik daun. Banyak kalangan masyarakat merasa cocok menggunakan produk konveksi distro yang digadang-gadang berkualitas tinggi. Namun, sayangnya belum semua tempat konveksi bisa diandalkan untuk memenuhi ekpektasi Anda. Karenanya selaku calon pelanggan Anda mesti teliti dan jeli memilih.

Lantas apa saja 3 acuan dasar yang bisa digunakan untuk mengetahui baik buruknya kualitas konveksi distro? Berikut uraian lebih lengkapnya:

1.             Bahan Konveksi Distro

Bila dilihat dari bahannya, ada beberapa macam bahan yang umum digunakan. Sebut saja seperti cotton combed, cotton carded, PE, TC, dan CVC yang seringkali digunakan untuk membuat kaos oblong. Selain itu ada bahan cotton pique atau lacoste yang digunakan untuk membuat kaos berkerah atau polo shirt. Sementara untuk produksi jaket, hoodie, dan jumper konveksi dipakai bahan terry atau bisa juga fleece.

Bagi Anda yang mengingkan kenyamanan, dianjurkan untuk memiliki bahan 100% katun dalam pembuatan produk kaos distro. Hanya saja adanya perbedaan bahan baku kapas, proses produksi, dan kontrol kualitas seringkali mempengaruhi hasil akhir. Bisa jadi cotton combed buatan pabrik satu dengan yang lainnya berbeda dari tekstur atau kualitas. Karenanya Anda perlu mengecek guna memastikan bahan 100% cotton dari serat kapas terbaik.

2.             Sablon Konveksi Distro

Kualitas sablon yang bagus ditentukan dari tinta yang digunakan. Adapun jenis tinta yang bisa digunakan untuk sablon konveksi distro di Bandung tidak kalah bermacam. Dimana secara umum tinta sablon bisa dibedakan menjadi 2, yakni waterbase ink (tinta berbasis air) atau solvenbase (tinta berbasis minyak).

Tinta berbasis air ada banyak jenisnya. Mulai dari rubber, extender, coating, puff, dan superwhite. Berikut perbedaannya:

·                     Rubber biasanya digunakan untuk sablon di atas kain gelap dengan sifat tinta yang pekat sehingga mampu menutup permukaan kain secara sempurna. Rubber banyak digunakan untuk underbase sebagai penutup warna kain sebelum diberi penyablonan warna di atasnya.

·                     Extender bersifat transparan. Paling pas untuk sablon di atas kain warna putih atau terang. Extender mampu menyerap pada bahan.

·                     Coating sering dipilih untuk pelapis hasil sablon agar mengkilap. Tinta ini mirip extender versi transparan dengan kandungan lebih keras.

·                     Puff atau tinta timbul membutuhkan pemanasn yang membuat tinta bisa mengembang. Hal itulah yang memberi efek timbul.

·                     Superwhite hampir sama seperti rubber dimana sifatnya lebih mendekati extender. Superwhite bersifat transparan dan bisa menyatu dengan bahan.

Tinta berbasis minyak populer disebut plastisol. Termasuk tinta dengan harga cukup mahal karena dibuat dari bahan dasar PVC. Pada prosesnya juga dibutuhkan peralatan khusus untuk pengeringan. Jenis tinta plastisol diantaranya all purpose, high opasity, cork base, dan masih banyak lagi.

·                     All purpose bersifat transparan seperti extender. Lebih cocok digunakan untuk kain warna putih atau terang.

·                     High opasity bisa dibilang mirip rubber namun memiliki daya tutup lebih bagus.

·                     Cork base termasuk jenis tinta yang bisa memberi efek seperti gabus atau busa. Tinta ini cukup lentur dan memiliki flesibilitas tinggi. Cocok untuk sablon di atas bahan spandek atau rib.

3.             Jahitan Konveksi Distro

Selain bahan dan sablon, kualitas jahitan juga wajib Anda cek. Ada bermacam jenis jahitan yang biasa digunakan. Konveksi berpengalaman biasanya tahu benar apa saja jenis jahitan yang dimaksud. Jadi tidak benar bila untuk produk yang berbeda diterapkan jenis atau pola jahitan yang sama. Malah seringkali untuk satu produk konveksi bisa menerapkan beberapa jenis jahitan.

Misalnya saja untuk konveksi distro umumnya diterapkan jahitan obras, jahitan bis, dan jahitan rantai. Jahitan obras banyak digunakan di bagian lipatan bawah baju dan lengan. Jenis jahitan ini terlihat seperti pola miring mirip sandi rumput. Ada juga jahitan bis bisa Anda temui di bagian kerah leher. Jahitan bis dibuat cukup tebal dan lebar. Sedangkan jahitan rantai seringkali digunakan pada sambungan. Beberapa jenis jahitan tersebut menjadi model dasar untuk seluruh bagian konveksi distro. Dimana masing-masing turut menentukan keawetan produk konveksi distro di Bandung.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *