Konveksi Baju

Mengetahui Cara Bikin Baju di Konveksi Baju

Tahukah Anda bahwa membuat pakaian sendiri dan membuat pakaian di pabrik baju / konveksi baju, tekniknya hampir sama. Yang berbeda hanyalah, skalanya. Ketika Anda membuat baju sendiri, maka segala sesuatunya, Anda yang membuat, tapi dalam skala pabrik terjadi pembagian tugas, dan masing-masing bagian bertugas mengerjakan bagiannya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa bagian yang mengerjakan berbagai macam pekerjaan dalam rangka membuat baju di konveksi baju.

  1. desain / sketch

Seperti namanya desain, maka dalam hal ini ada seseorang atau kelompok yang bertugas untuk membuat sebuah desain pakaian atau sketsa. Biasanya yang membuat desain pakaian ini adalah seorang desainer pakaian, berbagai macam desain model pakaian dibuat, kemudian dianalisa oleh panel desainer, untuk memilih desain pakaian yang terbaik, dan layak untuk dibuat.

  1. Pola desain

Setelah salah satu jenis desain model pakaian disetujui, maka pola pakaian tersebut, akan masuk ke bagian pola desain. Disini, sketsa gambar yang ada, akan dituangkan ke dalam sebuah pola baju ukuran standar. Tujuan dari proses ini, adalah untuk membuat pola drafting, untuk menciptakan sebuah sampel baju, dan pola desain itu sendiri.

  1. Pembuatan sampel

Setelah pola desain selesai dilakukan, akan masuk ke bagian pembuatan sampel, disini pola yang ada, akan dibuat menjadi sebuah pakaian yang utuh dengan menggunakan bahan yang ada. Tujuan dari pembuatan sampel ini adalah untuk menunjukkan pada desainer, akan model pakaian dari desain yang telah dibuat, apakah ada perubahan atau tidak. Disini juga desainer akan memeriksa dengan teliti teknik menjahit dan pola jahitan yang sebaiknya digunakan. Jika proses ini berhasil, desain pakaian yang ada masuk ke dalam produksi pola desain.

  1. Produksi pola desain

Ketika pakaian masuk ke bagian produksi pola desain, itu artinya desain pakaian yang ada, siap untuk diproduksi masal. Pada divisi ini, pembuat pola atau pattern maker akan membuat pola pakaian di atas sebuah kertas pola. Kertas pola ini sendiri akan dibagi ke dalam beberapa kelas, antara lain, kertas tihue (yang berasal dari kertas teringan dan tertipis),dll.

Pola baju ini sendiri dapat dibuat dengan 2 cara, yaitu cara manual atau cara CAD / CAM.

  • Cara manual, cara manual adalah, membuat pola pakaian dengan teknik manual.
  • Cara CAD / CAM, cara membuat pola yang lebih ringkas. Saat ini banyak sekali pabrik baju yang menggunakan cara CAD atau CAM, karena dinilai lebih mudah, dalam merancang pola dibandingkan dengan teknik manual. Salah satu kelebihan menggunakan teknik ini, adalah, mudah disimpan, dan mudah ketika melakukan modifikasi.
  1. Granding

Setelah pola pakaian selesai dibuat, berikutnya masuk ke bagian grading, disini pola yang ada, akan dibuat ke dalam beberapa ukuran pakaian, misalnya saja, ukuran S, M, L, Xl atau bahkan XXL, atau juga dibuat ke dalam ukuran 10, 12, 14, 16, dll.

  1. Marker making

Bagian marker making, bertugas untuk menentukan berapa jumlah panjang dan lebar kain atau berapa yard kain yang dibutuhkan untuk pembuatan produk tersebut. Disini para pembuat pola akan dibantu oleh sebuah software yang akan mengukur dan menata pola letak kain, sehingga pas, dan pastinya kain dapat digunakan seefisien mungkin.

  1. Cutting

Seperti namanya cutting, tujuan dari divisi ini adalah memotong aneka kain yang ada, sesuai dengan pola pakaian yang telah ditentukan dan tercetak di pola. Biasanya teknik ini menggunakan sistem komputer, yang dibantu oleh para tenaga ahli.

  1. Sorting / bundling

Setelah aneka macam kain dipotong, maka divisi sorting atau bundling yang akan menyortir pola sesuai dengan ukuran dan desain yang akan dibuat, kemudian akan dikumpulkan dalam tumpukan kain tertentu.

  1. Sewing / assembling

Setelah seluruh potongan pakaian, dipisahkan berdasarkan jenisnya, dan desain yang ada. Berikutnya masuk ke dalam divisi sewing. Disini seluruh potongan pakaian serta aneka aksesoris yang akan digunakan pada pakaian tersebut akan dijahit oleh para penjahit, sesuai dengan tugasnya masing-masing. Mulai dari bagian belakang yang hanya menjahit bagian tertentu, hingga bagian depan yang membentuk pakaian secara utuh.

  1. QC / Quality Control / inspeksi

Pada konveksi baju, setelah seluruh pakaian selesai di buat, akan dinilai oleh bagian QC, disini seluruh pakaian akan disortir berdasarkan studi kelayakan pakaian, apakah ada salah satu bahan yang mengalami cacat atau tidak.

  1. Finishing

Setelah seluruh pakaian diperiksa, berikutnya masuk ke bagian finishing. Disini seluruh pakaian yang ada disetrika, dan di tes, apakah layak untuk digunakan atau tidak. Jika layak, maka pakaian akan dipacking ke dalam plastik kemasan, dan dipisahkan sesuai dengan ukurannya.  Jika sudah selesai, maka seluruh proses pembuatan baju, di konveksi baju selesai, dan produk siap dikirim ke pasaran.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *