Posts

Produksi Kaos Distro

Proses produksi kaos distro berkualitas sebenarnya cukup sederhana tapi tidak bisa dianggap sepele. Dimana setiap alur produksinya membutuhkan kecermatan dan pengontrolan agar didapat produk kaos distro kualitas premium. Pengalaman pun menjadi guru terbaik dalam memproduksi produk terbaik.

Lantas, apa saja tahapan pembuatan kaos distro berkualitas? Secara umum produksi distro berlangsung melalui beberapa tahapan berikut ini:

  1. Membuat Prototype Design

Jenis desain seperti apa yang ingin Anda aplikasikan pada kaos? Hal inilah yang mesti dipertimbangkan di awal. Buat gambar desain beserta warna dasar kaos distro. Dalam hal ini Anda bisa melakukan matching colour guna mendapat pilihan warna yang memenuhi desain kaos distro berkualitas.

Adapun prototype desain yang dibuat selanjutnya juga akan menentukan warna, jenis sablon, dan ketebalan yang akan dipakai. Lebih baik membuat lebih dari satu gambar desain untuk mendapatkan prototype design terbaik.

  1. Melakukan Pemilihan Bahan

Kualitas produk kaos distro begitu bergantung dengan kualitas bahan. Terkait pemilihan bahan perlu dipertimbangkan segmen pasar yang diincar. Pemilihan bahan berlaku sekaligus untuk pemilihan warna bahan.

Dalam hal ini banyak varian warna yang bisa dipilih. Mulai dari warna terang atau warna gelap. Selanjutnya pilihan tingkat gramasi kaos distro juga tak kalah bervariasi. Ada kaos dengan spesifikasi 20s yang artinya tebal, 24s dengan ketebalan sedang, 30s cukup tipis, dan 40s sangat tipis. Ketahui spesifikasi bahan kaos distro yang Anda butuhkan. Tahapan ini berlanjut dengan pembelian bahan sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan.

  1. Proses Cutting

Setelah mendapat bahan yang diinginkan. Produksi kaos distro berlanjut ke proses cutting. Cutting adalah proses pemotongan bahan. Dimana pemotongan tidak dilakukan secara asal melainkan mengikuti standar yang ada. Sejumlah pabrik distro profesional mengikuti standar ukuran internasional.

Cuttin dilakukan dengan menghamparkan bahan dan membuat pola menggunakan kapur pola. Untuk kaos distro umumnya dibuat dalam ukuran standar yakni S, M, L, XL, atau XXL. Semua bahan yang sudah dipotong dikelompokkan berdasar ukuran masing-masing.

  1. Proses Penyablonan

Setelah proses cutting rampung dilanjutkan dengan penyablonan. Produk yang memasuki proses sablon jelas sudah dilakukan artwork, afdruk, dan sablon sesuai jenis serta jumlah warna.

  1. Proses Menjahit

Bila bahan sudah disablon, maka potongan bahan perlu dijahit. Proses menjahit dilakukan sesuai dengan ukuran dan jenis kaos yang akan dibuat.

  1. Proses Finishing

Selesai menjahit bukan berarti proses produksi rampung. Mungkin benar wujud kaos distro sudah terlihat nyata. Namun, kaos distro masih perlu melewati proses finishing. Dimana proses finishing meliputi quality control, pembersihan benang, dan proses steam atau setrika uap.

Quality control dibutuhkan agar produk kaos distro yang tidak layak atau gagal produksi tersaring dan tidak dipasarkan. Pembersihkan benang bertujuan menghilangkan sisa benang yang bisa jadi terjuntai dan membuat jahitan terurai. Sementara steam dilakukan agar kaos distro rapi dan tidak kusut setelah melalui proses produksi panjang.

  1. Packing atau Pengemasan

Bila proses finishing sudah dilalui, produk kaos perlu mendapat sentuhan akhir. Yakni pemasangan hangtag, label, lalu dikemas. Label sendiri dibutuhkan sebagai identitas pabrik yang membuat kaos distro. Untuk pengemasan atau packing biasanya dilakukan dengan memasukkan kaos distro ke dalam plastik. Hal ini tak hanya bermanfaat melindungi kaos distro dari debu atau kotoran. Tetapi, pengemasan yang rapi juga mampu meningkatkan nilai jual kaos distro. Bisa dilihat sendiri, sejumlah pabrik distro besar dan ternama begitu serius memberi kemasan bagus untuk produknya. Sampai tahapan ini kaos distro siap didistribusikan.

Itulah sejumlah tahapan proses pembuatan kaos distro. Pabrik kaos distro berpengalaman senantiasa memastikan setiap tahapan berjalan lancar. Karenanya tenaga ahli terbaik, mesin terbaik, dan bahan berkualitas menjadi hal mendasar yang selalu disediakan.

Proses quality control pun dilakukan secara ketat guna mendapat produk akhir yang benar-benar berkualitas dan layak jual. Pasalnya pabrik distro profesional paham benar kualitas produk yang disuguhkan menjadi cerminan citra perusahaan. Sekian ulasan kali ini, semoga memberi info seputar proses produksi kaos distro yang bermanfaat

Produksi Kaos Distro

Bisnis produksi kaos distro semakin menjamur, terlebih di kota besar seperti Bandung yang kini tampil sebagai kota fashion di tanah air. Para pelaku usaha mulai melirik bisnis ini karena adanya peluang pasar yang menjanjikan. Betapa tidak? Kaos distro termasuk produk yang digandrungi hampir semua kalangan. Terutama kalangan remaja. Kaos distro menjadi contoh produk fashion modern yang diyakini tidak akan mati termakan jaman.

 

Anda tertarik memulai bisnis kaos distro? Berikut beberapa tips yang bisa dijadikan panduan memulai usaha kaos distro:

  • Memulai dengan Ide Keren

Setelah Anda mantap ingin memulai bisnis kaos distro, maka Anda harus segera memulai dengan brainstroming. Dapatkan ide-ide keren dan menarik untuk diusung menjadi tema kaos distro Anda. Kaos distro yang baik memiliki ciri khas tersendiri. Tampil beda dan tidak seperti produk kaos di pasaran. Karena esensi dari kaos distro unik, menarik, eksklusif, dan bukan produk pasaran.

Dalam hal ini Anda juga perlu mempertimbangkan apakah ingin membuat kaos dengan sablon gambar, sablon teks, atau mungkin kombinasi keduanya. Pembuatan kaos distro juga perlu dispesifikasikan untuk kaos pria, wanita, atau anak-anak. Kaos distro sekarang tengah menjadi trend dan bisa dibilang kaos semua kalangan. Tak hanya remaja, tapi anak-anak dan dewasa juga suka memakainya. Karenanya ada banyak ide yang bisa digarap dan dituangkan menjadi produk kaos distro berkualitas.

  • Pasang Target Pasti

Setelah melakukan brainstroming, lanjutkan dengan memasang target pasar. Kepada siapa Anda ingin menjual kaos distro? Harus spesifik. Misalnya pria dengan rentang usia antara 17 hingga 40 tahun. Hal ini seperlu menggali lebih dalam tentang target market Anda.

Beberapa contoh target yang spesifik yaitu kalangan fotografer, komunitas mancing mania, komunitas pecinta motor gede, atau lainnya. Ada banyak pangsa pasar yang bisa Anda sasar. Namun bila Anda bisa memasang target secara spesifik, makin spesifik maka Anda bisa lebih mudah dalam membangun rencana pemasaran.

  • Memiliki Tempat Produksi Kaos Sendiri

Sekarang ini cukup banyak pngusaha kaos memulai usaha dengan membeli produk kaos polos dari produsen lain. Untuk model terbatas, cara ini memang bisa dicoba. Dimana Anda bisa mendapat kebebasan menawar berbagai ukuran, model, dan warna kaos yang diinginkan. Dengan demikian Anda bisa menguji sejumlah model kaos untuk mengetahui minat pasar Anda. Apalagi banyak produsen kaos polos menawarkan harga murah. Namun, tidak ada salahnya pula bila Anda memiliki tempat produksi kaos sendiri. Hanya saja memang dibutuhkan modal yang terbilang lumayan.

  • Miliki Tempat Sablon Kaos

Selain tempat produksi kaos distro, Anda juga mesti memiliki tempat sablon kaos. Pasalnya sablon ibarat nyawa dari usaha kaos distro. Namun, bukan menjadi soal bila Anda belum memiliki tempat sablon sendiri. Anda bisa mencari informasi di internet seputar tempat yang menyediakan jasa sablon di sekitar domisili. Anda bisa mengajak kerjasama atau jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan sejumlah tempat sablon kaos yang enak diajak menjadi mitra baik.

  • Menentukan Harga Jual Kaos

Harga jual kaos distro cukup bergantung dengan biaya produksi. Hal ini sering disebut dengan actual costing. Dimana bisa Anda hitung harga pokok penjualan atau HPP. Pastikan benar untuk menulis semua harga secara real. Misal mulai dari biaya sablon, hangtags, label, pengiriman, tenaga kerja, atau lainnya.

Anda bisa juga mempertimbangkan rencana penjualan kaos secara grosir atau eceran. Harga kaos distro bisa jadi cukup murah bila Anda menjual sendiri. Namun, bisa juga Anda menjual kaos ke toko atau distro kaos dengan bandrol yang biasanya lebih tinggi. Bila Anda ingin menjual kaos secara ecer, maka ide terbaik Anda memiliki toko sendiri. Tak harus toko nyata. Anda bisa membuat toko online. Bila produksi besar, Anda bisa juga menjual secara grosir atau partai. Caranya dengan menjual kaos ke toko atau distro kaos yang memiliki target pasar sama dengan Anda. Dalam hal ini cobalah untuk menjalin kerjasama.

Selama Anda bisa memastikan kualitas kaos distro yang diproduksi berkualitas, pasti minat pasar akan terus tinggi untuk produk Anda. Melakukan metode penjualan online sekaligus offline sekiranya juga menjadi cara terbaik efisien untuk menunjukkan eksistensi Anda menjalankan bisnis produksi kaos distro.